• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,331 hits
  • Follow Welcome homE… on WordPress.com
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

hidden gem of Luang Prabang

Jumat, 28 April 2017

Wat Xieng Thong

Kami tidak punya tujuan khusus hari ini. Hanya pengen strolling around jalanan di Luang Prabang, sambil liat kuil-kuil nya yang berserak sepanjang jalan. Selesai sarapan, kami pun melangkahkan kaki keluar penginapan… dan end up di Wat Xieng Thong. Wat Xieng Thong ini adalah temple yang berada di pojokan pertemuan sungai mekong dan nam khan. Tidak terlalu jauh dari penginapan kami.

1

2

ada beberapa kuil (rumah?) dalam kompleks kuil ini, yang saya tidak tahu bedanya apa -____-

3

4

5

Puas berkeliling kuil, kami keluar dan menuruni tangga menuju sungai mekong. Awan tebal hitam bergulung-gulung pagi itu. Membuat suasana dramatis di pinggir sungai.

9

8

Tak berapa lama, hujan deras pun turun. Agak kaget juga mendapati hujan di sini. Karena sejak tiba di sini, apalagi kemarin, panas terik dengan suhu di atas 35degC lah yang kami jumpai. Kami cuma bawa satu payung, dan tak mampu menampis hujan. Akhirnya berteduh di sebuah warung kelontong di dekat kuil. Setelah agak reda, kami balik ke penginapan. Mengeringkan badan. Enggak ganti baju sih, secara sisa baju udah limited. Hahaha.

 

the hidden gem of Luang Prabang

Lepas dzuhur dan hujan sudah reda, barulah kami keluar lagi sambil mencari makan siang.

10

21

alley unik yang kami temukan di sisi lain Luang Prabang

22

macam berasa di jogja, ga sih..

23

horeee..bertemu tempat jualan kartu pos! :))

 

Royal Palace

Kami meneruskan langkah ke Royal Palace, yang sekarang sudah berubah menjadi Luang Prabang National Museum, yang tepat hadap-hadapan dengan Mount Phusi.

16

menuju Royal Palace dengan jalanan yang masih basah..

12

13

tampak depan Royal Palace

15

Tangga menuju Mount Phusi, terlihat dari Royal Palace

14

Royal Palace tampak dari pintu masuk Mount Phusi *abaikan saja saya-nya =)) *

 

Indigo House

Menjelang malam, lapak pasar malam kembali hidup. Kami, lagi-lagi, menyusuri pasar malam ini, dan langkah kami terhenti di Indigo House. Ada yang jualan kue-kue vegan dan organik di depannya. Karena curious, kami pun melangkah masuk.

19

indigo house -restaurant, kafe dan sekaligus penginapan ternyata..

17

view pasar malam dari restoran inidgo house, yang terletak di lantai 3

18

indigo house, terletak di ujung pasar malam di arah yang berbeda dari penginapan kami, makanya baru nemu setelah malam ke-3 =))

20

vegan food dan bakery (maapkeun rotinya udah di cuil2 =)) at indigo house

Overall, kami puas dengan makanan dan view yang disajikan indigo house. Sayang baru ketemu si Indigo House ini di malam terakhir di sini. Next time ke sini (kali ada yang mau bayarin ke sini..hehehe), mau nginep di sini ahhh… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: