• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,331 hits
  • Follow Welcome homE… on WordPress.com
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

Menuju Sabang

Kami sudah beli tiket Medan-Aceh semenjak GA Travel Fair, Oktober 2016. Tapi seminggu sebelum keberangkatan, GA membatalkan rute penerbangan Medan-Acehnya. Beuh. Syukurlah Citilink punya rute penerbangan Medan-Aceh dengan selisih waktu cuma lebih cepat 10 menit dari schedule Garuda. So, bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian, marilah kita terbang dengan citilink ke Aceh!

0

bandara Sultan Iskandar Muda yang ber-kubah masjid, sebagai ciri khas nya..

Citilink rute Medan – Aceh, Sabtu tanggal 25 Maret 2017 berangkat tepat waktu, jam 15:40 dan tiba di Aceh jam 17:05 wib. Kamu menggunakan jasa wisata sabang sebagai EO kami untuk trip Aceh-Sabang ini. Karena mis-komunikasi, driver dari EO kami, bang Faisal, baru menjemput kami di bandara sekitar jam 6 petang. Matahari masih bersinar terik jam 6 itu. Karena di Aceh, magrib-nya jam 7. Dalam perjalanan dari bandara ke banda Aceh, kami mampir di kuburan massal korban tsunami 26 desember 2004 silam. Kuburan massal yang dikenal juga sebagai makam tanpa nisan, terletak di kiri jalan dari bandara Sultan Iskandar Muda.

1

rerumputan hijau dengan tugu berupa ombak laut, yang akan dijumpai di kuburan massal ini.

Waktu tempuh dari bandara ke kota banda aceh hanya sekitar 25 menit. Karena perut sudah lapar, kami meneruskan perjalanan ke Kedai Mie Razali. Warung-nya penuh, mungkin karena malam minggu juga sih.. Mereka mempersilahkan kami duduk di lantai atas yang masih kosong. Warung ini menyediakan 3 jenis penyajian mie, sebagaimana restoran aceh lainnya di Jakarta: mie goreng, mie tumis, dan mie rebus. Tapi, you know what? Rasanya luar biasa enak! Saya belum pernah makan mie aceh seenak ini!

5

berturut-turut dari atas: mie udang, mie kepiting dan martabak

Satu porsi mie udang dihargai 30ribu rupiah, sedangkan mie kepiting 45ribu rupiah. Selain mie, kami juga pesan martabak. Tapi martabak ini lebih mirip telor dadar di bentuk segiempat sih menurut kami! Ohya, saya rekomendasikan makan mie di sini dengan teh tarik, deliciosoooo!!

Karena kami di mie razali melewati waktu magrib, ketika adzan magrib berkumandang, tiba2 semua pegawai-nya hilang. Kami yang mau bayar pun harus menunggu si pegawai-pegawai itu selesai sholat magrib. Sepertinya memang demikian adat di aceh ini. Ketika adzan magrib berkumandang, semua kegiatan ditinggalkan.

—sepertinya, saking takjubnya saya dengan budaya aceh, sampe2 saya melupakan handphone saya..hahaha.. Saya meninggalkan handphone di warung ini, tapi baru ngeh beberapa jam setelahnya dan minta tolong bang Faisal nyariin besoknya, tapi ga ketemu.. jadi hati2 kalo nge-trip..cek dan ricek lagi semua barang2nya yaaa πŸ™‚ —-

Selesai dari mie razali, kami meneruskan ke kedai kopi Ulee Kareng. Tempat ini hasil dari googling. Ternyata cukup rame yang ngopi di sini. Sepertinya memang warga aceh hobi-nya adalah ngopi dan ngumpul.

10

berbagai jenis makanan kecil disajikan sambil menunggu pesanan kopi kita datang..

8

biji kopi ini harganya 75ribu untuk 1/4kg

9

si abang2 kedai kopi lagi nyiapin pesanan kupii kitaa ^___^

Selesai dari kedai kopi, badan sudah capek dan mata mengantuk, kami pun langsung menuju penginapan. Cukup susah cari penginapan di kota banda aceh ini. Berdasarkan review orang2, akhirnya Pita (bukan kami ya, kami sih ngikut Pita aja buat penginapan..hehe) memutuskan booking 88 Hotel Atjeh. Dari luar, penampakan hotelnya bagus, tapi ternyata toilet-nya masih pake toilet jongkok, sodara sodara.. *takjub* Hahaha..

Menuju Sabang

Minggu 26 Maret 2017 pagi, sekitar jam 07, Bang Faisal menjemput kami. Setelah sarapan dan check out hotel, kami pun bergegas menuju pelabuhan feri Ulee Lheue. Ya, pagi ini kami akan menyebrang dari Banda Aceh ke Sabang, kota terluar Indonesia di barat laut.

11

Selamat pagi dari Ulee Lheue..!!

Waktu tempuh Ferry ke Sabang sekitar 45menit. Kami dipesankan tiket ferry kelas VIP. Mayanlah, di kelas VIP dapat duduk, gak panas, bisa karaoke, plus dapat roti+air mineral+permen..

12

Ini tiket ferry PP.. jadi tiket-nya ga boleh ilang yaa

Ferry berangkat jam 08.08 pagi, dan menjelang pukul 09 sudah merapat di pelabuhan Balohan, di pulau Weh, Sabang.

14

pagi hari di Sabang yang syahdu..

Kami dijemput oleh Bang Romi, driver kami untuk trip Sabang. Mobil-nya innova baru cuuyy..plat nya aja masih putih.. hahaha

13

ini mobil yang kami gunakan di Sabang sampai 3 hari ke depan πŸ™‚

Ngapain aja kami di Sabang..? Baca di sini yaaa.. πŸ™‚

Advertisements

3 Responses

  1. […] kita semua ingat dengan lagu “dari Sabang sampai Merauke” doonkk.. Sabang adalah kota paling luar Indonesia di sebelah barat daya. Sabang terletak di Pulau Weh, pulau […]

  2. […] kuliner terakhir kami di Medan.. Sekarang, mari balik hotel, packing dan siap2 ke bandara, menuju Aceh -the real trip! […]

  3. […] cerita saya sebelumnya, tiket ferry kita PP. Jadi jangan sampai ilang, karena kita butuh tiket itu lagi untuk check-in […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: