• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,199 hits
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

dari Iboih Inn menuju Jakarta

Iboih Inn experience

Minggu 26 Maret 2017, setelah puas mengelilingi kota Sabang, sekitar jam 06 sore kami tiba di Iboih Inn Resort & Restaurant. Kami menumpangi boat milik Iboih Inn dari pantai Iboih ke resort-nya. Selain rombongan kami, di boat yang kami tumpangi juga ada seorang ibu setengah baya. Belakangan kami ketahui kalau dia adalah pemilik Iboih Inn yang terkenal galak..Β  -____-

1

menuju iboih inn

Setelah check in kami diantar ke kamar-kamar kami. Kami booking 2 kamar untuk 6 orang. Jadi masing2 kamar berisi 3 orang. Kamar-nya enak. Pemandangan teras kamar langsung ke laut lepas. Di teras kamar, juga ada hammock yang sudah dipasang rapi, siap untuk digunakan.

2

view dari teras kamar saya..

Namun demikian, kami lebih tertarik menanti senja di lobi Iboih Inn yang langsung tersambung ke dermaga nya..

3

menikmati gorengan sambil menanti sunset

4

ada yang langsung nyebur ke laut, karena air-nya menggoda sekali, memang!

Kami pesan makan malam di Iboih Inn. Tapi sepertinya tamu mereka luar biasa banyak malam ini, sehingga mereka baru bisa provide kami makan malam jam 9 malam! Ugh, sudahlah yaa..daripada ga makan malem dan tidur kelaperaann.. -____-

Easy Monday

Senin 27 Maret 2017. Bangun disambut deburan ombak. Selesai sholat subuh, saya menuju dermaga. Kopi dan teh sudah tersedia. Tapi sarapannya belum jadi sih..

5

pagi yang tenang, damai dan senyap

Ketenangan pagi ini sepertinya juga di rasakan ikan-ikan beraneka warna yang berseliweran di bawah kaki saya yang sedang bersantai menikmati pagi di teras lobi iboih inn..

6

fajar menyingsing di iboih inn

Agenda kami hari ini adalah snorkeling, di pulau Rubiah yang persis berada di seberang Iboih Inn. Bang Romi menjemput kami sekitar jam 10 pagi, dengan glass button boat.

15

perahu glass button yang membawa kami berkeliling pulau

Kami berkeliling pulau, sambil si bapak pemilik perahu menunjukkan spot-spot ikan dan terumbu karang ke kami, yang bisa dilihat melalui kaca yang ada di dasar perahu.

7

glass button itu maksudnya kayak gini loohh

Selesai berkeliling sekitar 30-45 menit, si bapak perahu meminggirkan kapalnya di pantai Rubiah, tempat kami akan snorkeling. Fuiihh..itu pantai rame banged yaakk! Penuh orang. Karena malas dengan keramai-an, Bang Awi, pemandu snorkeling kami mengusulkan untuk ambil spot di balik bukit dulu. Benarlah, di sana tidak ada orang sama sekali. Tapi untuk dapat pemandangan laut yang bagus harus cukup jauh berenang ke tengah.

8

can you spot ikan strip item-kuning yang mengelilingi kami..?

9

berenang ditemani ikan-ikan seperti ini..

Menjelang jam makan siang kami naik ke daratan. Pesan indomie dan sate gurita untuk obat lapar πŸ™‚

10

indomie rebus khas aceh, dan sate gurita πŸ˜€

Selesai santap siang, kami turun lagi ke laut. Kali ini spot snorkeling-nya pantai depan saja, yang penuh orang. Well, ternyata hanya jarak beberapa langkah kaki, ikan-ikan beraneka warna sudah berseliweran. Pantes lah, kalo sangat ramai orang di spot ini.. =))

11

jenis ikan lainnyaa..

12

dikerubutin ikan!

13

bangkai sepeda di dasar laut! Kalo berani bisa nih pegang stang sepeda-nya, seperti Amel ini..

14

okei, sudah capee..mari pulangg..

23

inilah bang Awi, yang kadang lupa kalau kami tak bisa bahasa Aceh.. =))

Sekitar setangah 3, kami selesai dan meninggalkan pulau Rubiah, balik ke Iboih Inn lagi.. Yang mau mandi, mandi.. yang masih mau maen air langsung nyebur depan dermaga Iboih Inn :)) Ohya, terumbu karang di Aceh sih biasa saja.. Tapi jenis ikan-ikannya..luar bisa beragam dan cantik-cantik..!

22

tempat favorit untuk bercengkrama di Iboih Inn!

Kami berniat makan malam di Freddies Sumur Tiga sebenarnya.. Tapi hujan deras mengacaukan niat kami, dan akhirnya pesan makan malam di Iboih Inn lagi.. hahaha

16

Iboih Inn di malam hari..

PULANG..

Selasa, 28 Maret 2017. Hari terakhir kami di Sabang dan Aceh, sebelum akhirnya pulang ke tempat kami masing-masing mencari nafkah. Tapi tentu-nya, kami akan keliling kota Banda Aceh dulu donk, sebelum terbang pulang.. Hehe

Selesai sholat Subuh, kami menuju lobi Iboih Inn untuk sarapan, sambil menunggu boat yang akan mengantar kami ke Pantai Iboih. Ada beberapa tamu juga yang pulang pagi itu. Rombongan kami adalah rombongan terakhir yang diantarkan oleh boat-nya Iboih Inn. Rombongan kami sempat dimarahin si Ibu pemilik penginapan ini, karena masih kurang 1 orang padahal boat-nya udah hampir selesai ngangkutin orang-orang. Mas-mas pekerja Iboih Inn juga ikut kena marah si Ibu karena dinilai lelet. Padahal sih menurut saya, mereka udah bekerja dengan sigap memindahkan tas-tas tamu ke boat. Kalo menurut cerita bang Romi, memang jarang pekerja yang tahan di sana.. Biasanya tidak sampai setahun, terus pindah.. -____-

17

fajar baru merekah ketika kami meninggalkan Iboih Inn

19

sampai di Pantai Iboih, dan bang Romi sudah menanti kami di sini..

Bang Romi mengantarkan kami ke Pelabuhan Balohan, sekiktar 45 menit berkendara dari pantai Iboih.

20

di Pelabuhan Balohan.. bye Bang Romi..!

Seperti cerita saya sebelumnya, tiket ferry kita PP. Jadi jangan sampai ilang, karena kita butuh tiket itu lagi untuk check-in kapal Sabang-Banda Aceh..

21

bye bye Sabang, yang sungguh cantik sekali..!

Sekitar jam 09 pagi, kami tiba di Banda Aceh. Kami dijemput oleh Bang Akhi, dari wisata Sabang. Weleh, kami 3 hari pakai wisata sabang, driver-nya beda2 mulu yaakk.. keren daahh.. hahaha

Walopun sudah sarapan roti di Iboih Inn, tapi kami masih tetap pengen sarapan dulu sebelum jalan lagi di Banda Aceh. Jadi kami mampir di Waroeng Aceh Tamiang, yang terkenal sebagai tempat sarapan di dekat Pelabuhan Ulee Lheue. Menu-nya macam-macam, mulai dari soto, nasi gurih, pecel, dsb nya..

24

soto di aceh, ternyata sama kayak soto medan..!

PLTD Apung

Tujuan pertama kami di Banda Aceh adalah Situs Tsunami PLTD Apung. Jadi ketika bencana tsunam 26 Desember 2004 terjadi, kapal PLTD milik PLA yang berbobot 2600 ton ii terseret sejauh 5km ke tengah kota Banda Aceh. Masyaallah..

Di dalam museum PLTD Apung ini diceritakan sejarah perjalanan PLTD Apung sejak selesai dibangun tahun 1996. Juga tentang proses tsunami, dan bagaimana terseretnya kapal ini saat tsunami terjadi, juga bantuan yang diterima Aceh pasca tsunami. Museum yang bisa dimasuki gratis ini, sangat informatif. Keren.

25

27

Masjid di seberang PLTD Apung yang masih dalam proses konstruksi. Sebagai pengingat bahwa Allah Maha Besar dan apapun yang Dia inginkan, maka terjadilah..?

26

Monumen Tsunami, di depan pintu masuk PLTD Apung

Aceh Tsunami Museum

Museum Tsunami Aceh yang dirancang oleh walikota Bandung saat ini, Pak Ridwan Kamil, terletak di tengah kota Banda Aceh. Museum ini sangat komprehensif dalam menggambarkan proses tsunami.

Dimulai dengan Lorong Tsunami / Tsunami Alley. Ada peringatan sebelum masuk lorong ini, untuk yang punya sakit jantung, ketekutan terhadap tempat gelap, etc, dilarang masuk lorong ini. Saya sampai merinding pas mau masuk lorong ini.. Hahaha.. Lorong ini gelap, lembab dan dipenuhi tetesan air. Ini untuk mengingatkan kita bagaimana perasaan rakyat Aceh saat tsunami terjadi..

Lorong Tsunami disambung dengan Ruang Sumur Doa / Chamber of Blessing. Nama-nama korban Tsunami terukir di sini, dan di puncak menara adalah tulisan Allah, tempat segala sesuatu berpulang.

Kemudian museum ini berlanjut ke Ruang Pamer Tsunami, mulai dari Pra-Tsunami, Saat Tsunami dan akhirnya Pasca Tsunami. Juga ada film dokumenter berdurasi 15 menit saat terjadinya tsunami yang bisa kita tonton (gratis) di museum ini.

28

gambar ini menarik. Tentara Indonesia yang membantu di Aceh, tetap harus memanggul senjata (yang berat ituh!). Ini dikarenakan Aceh saat itu belum aman, masih ada ancaman GAM

29

museum tsunami aceh yang keren dan gratis! Semoga bisa tetap terawat baik yah..!!

Masjid Raya Baiturrahman

Kami meneruskan perjalanan ke Mesjid Raya Banda Aceh: Baiturrahman. Menurut hasil googleng, kalo masuk mesjid ini harus pake kerudung. Diantara kami ber-6, ada 2 orang yang tidak beragama Islam. Tapi demi masuk mesjid, mereka relalah dikerudingin :))

30

Patrice dan Pita dikerudungin..! =))

Karena belum masuk dzuhur, kami yang muslim sholat sunnah 2 rakaat saja di Mesjid yang masih under construction ini..

32

sepertinya masjid ini juga dijadikan tempat ‘ngaso’ oleh warga sekitar yaa

31

masjid raya ini juga punya payung2 seperti di masjid nabawi..

Kapal di Atas Rumah Lampulo

Tempat wisata terakhir yang kami kunjungi sebelum bertolak ke bandara adalah Kapal di Atas Rumah, di Gampong (kampung) Lampulo. Gampong Lampulo ini terletak di pinggiran sungai Krueng Aceh, yang dan terhubung terus ke laut. Kapal kayu yang terseret waktu tsunami 2004 ini, awalnya berada di tempat docking kapal di sungai krueng, karena sedang diperbaiki. Namun tsunami menyeret kapal ini sejauh 1 km, dan terdampar di atas rumah keluarga Pak Misbah / Ibu Abasiah. Kapal ini menyelematkan nyawa 59 orang yang berlindung di dalamnya.

33

Di sini juga saya bertemu dua anak kecil yang sedang berlindung di bawah tanaman. Wajah mereka unik. Saya berfikir, mungkin ini anak-anak keturunan Portugis.

34

mereka tertawa riang dan berteriak ke ibu-nya, ketika saya memperlihatkan hasil foto ini ke mereka πŸ™‚

Okei, selesai trip kami di Aceh. Kami mampir makan siang dulu di Rumah Makan Khas Aceh Rayeuk. Rumah Makan ini adalah yang pertama mencetuskan menu ayam tangkap. Yang mana ternyata adalah ayam digoreng kering dan dikerubutin oleh daun jeruk dan daun pandan. Bang Akhi ngajarin kami cara makan ayam tangkap: ayam+daun jeruk dimakan barengan. Daun pandan-nya dipisahin aja, pait soalnya..Hahaha

36

lebih banyak daunnya ketimbang ayamnya πŸ˜›

Perut kenyang, perjalanan diteruskan menuju bandara Sultan Iskandar Muda. Saya dan Ayyum akan pulang ke Jakarta dengan penerbangan jam 15:40 wib. Sedangkan Pita, Rein, Amel dan Patrice akan terbang ke Medan, dan kemudian meneruskan perjalanan ke Pekanbaru.

Sampai bertemu lagi sahabat! πŸ˜€

And oh, selamat berjumpa kembali Jakarta..!

35

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: