• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,199 hits
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

Culinary Trip to Medan

Kalo ngomongin medan, pasti kebayang nya makanan deh.. Mulai dari enak, enak, enak sekali, enak bener2 enak..dst nya deehh.. Jadi Maret 2017 ini, saya dan ayyum punya kesempatan trip colongan ke Medan, untuk pembuktian kuliner medan yang katanya enak semua ituuu.. Huehehe.

Kami berangkat dari Jakarta, Jumat 24 Maret 2017 menggunakan penerbangan Garuda Indonesia pagi, jam 06.45 wib. Well, karena pake Garuda jadi kami boarding dari terminal 3. Ini adalah first time saya ke terminal 3 ultimate sejak dibuka, dan that terminal was very impressive!! Hahaha *katro*

2

menjelang fajar di ultimate 3..!

1

how could you resist this kind of jajanan pasar in the morning..?

Kami boarding telat 15 menit dari schedule. Pesawat pagi, boarding udah telat aja..padahal Garuda..duuhh.. Ketika semua penumpang sudah duduk manis di seat masing2, pesawat kami masih belum bisa terbang. Lalu lintas udara di Soekarno Hatta sepertinya sangat padat pagi itu. Jadi kudu ngantri buat terbang.

3

jejeran antrian pesawat yang mau terbang

Kami di-schedule-kan tiba di Kuala Namu jam 09.10 WIB. Yup, we arrived sesuai schedule, diteruskan dengan menunggu antrian keluar pesawat dan antrian ambil bagasi. Selesai, kami langsung menuju stasiun kereta api Kuala Namu yang ter-integrasi dengan bandara. Kami bermaksud menumpang kereta yang jam 09.45, sayang tidak keburu. Akhirnya kami naik kereta berikutnya jam 11:05 WIB.

4

hello from KualaNamu! We’re ready for the holidaayy..! *big smileee*

5

schedule kereta yang baru per 1 April 2017

Kami beli tiket kereta lewat mesin tiket yang banyak di stasiun. Pembayaran bisa gesek kartu kredit, dan harganya 100rebu per pax. Kalo beli in advance di web-nya railink harga nya lbh murah: 80rebu per pax.

Waktu beli dengan mesin, kita akan terima kartu dan struk pembelian. Kartu adalah sebagai akses masuk ke peron. Sedangkan struk, semacam tiket yang ada nomer tempat duduk kita. Jadi struk nya jangan dibuang yaa..

Kereta berangkat on-time, dan tiba di stasiun Medan sesuai schedule. Kebetulan ayyum dapat pinjeman mobil hari ini, jadilah kami dijemput di stasiun medan. Hehehe

Soto Sinar Pagi

Tujuan pertama adalah: Soto Sinar Pagi. Ternyata penampakannya seperti warung nasi biasa, bukan restoran dan tanpa AC. Kami sampai di sana menjelang jam 12 siang, dan poolll..warung-nya rame beneerrr..

Kami sudah kelaparan berat. Begitu mendapatkan meja, kami langung pesan dua porsi sop daging plus nasi, dan es teh manis. Menurut saya sih rasanya standard sop daging pada umumnya.. Yang bikin beda, sop daging ini sepertinya less (ato mungkin malah ga pake) micin. Soalnya tenggorokan ga sakit/seret abis makan sop ini..hehehe.

6

sop daging sinar pagi yang disajikan di piring, bukan di mangkuk.

Puas makan sop daging, penasaran dengan rasa soto-nya. Akhirnya pesan 1 porsi soto daging tanpa nasi, untuk berdua. Hahaha.

7

soto daging sinar pagi

Overall, saya lebih suka sop-nya ketimbang soto. Ohya, total harga untuk semua makanan kami itu adalah 108ribu. Well..standard harganya sama aja kayak di jakarta yah! Hahaha

Selesai makan, kami menuju Masjid Raya Medan untuk mampir sholat. Yang saya notice di sini, semua muslimah yang pake kerudung di Medan biasanya selalu pake baju kurun. Jadi, saya dan ayyum yang pake kaos dan jeans ini termasuk barang langka di sini..hahaha.. Sampe-sampe salah satu ibu yang wudhu bareng saya nanya, saya datang darimana..

8

mesjid raya medan nan megah

Beranjak sedikit dari mesjid raya, kami pun menjumpai Istana Maimun, yang merupakan istana kesultanan Deli dan salah satu landmark kota Medan. Sore itu, istana Maimun sungguh rame pendatang, dan cukup crowded. Jadilah kami foto2 saja di luar. Kalo mau masuk ke dalam, bisa sewa pakaian adat melayu lengkap dengan aksesorisnya.

9

istana maimun

Selepas jam 3 sore, kami balik ke stasiun medan untuk menjemput Pita dan Rein. Yah, dua orang teman lagi akan bergabung di trip ini πŸ™‚

Kami berempat check-in penginapan (di jl. surabaya) terlebih dahulu, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan kuliner kami ke Ucok Durian! =D

Ucok Durian

Ternyata, di Ucok Durian ini, selain durian mereka juga menjual beraneka ragam masakan lain. Mulai dari sate kerang, manisan buah, bakso, gado-gado, etc. Jadi kalo ga suka durian, tetap akan save koq kalo mampir sini.. hehehe

10

duren + sate kerang di Ucok Durian!

13

wajah2 kegirangan bisa makan duren pas ga musim. Tapi emang limited duren yg tersedia sih, dan 1 bijinya pun di hargai 50rebu.

Driver kami ternyata tidak kuat dengan bau duren. Sampe akhirnya kami harus buka jendela lebar2 agar si bapak driver bisa mengantarkan kami dengan selamat balik ke hotel. Hahaha.

Restoran Nelayan Jala-Jala

Selesai magrib, hujan turun deras. Tapi tidak menghalangi langkah kami menuju merdeka walk. Tujuannya ke restoran Nelayan Jala-Jala. Sebenarnya restoran ini juga ada di Kuningan City – Jakarta. Tapi penasaran ajasih, kalo di Medan rasanya gimana.. πŸ˜›

12

nasi panggang khas nelayan

11

14

Bihun Bebek Asie

Pagi-pagi, Sabtu 25 Maret 2017, kami (Pita tepatnya) sudah bertekad untuk sarapan bihun bebek. Kami jalan kaki dari penginapan menuju Bihun Bebek yang berlokasi di Jl. Kumango ini. Begitu sampai di warung si bihun bebek, yang rame-nya luar biasak, saya nanya: halal apa enggak. Abang penjual-nya bilang halal, jadilah kita semua sarapan bihun bebek. Karena gak suka bebek, saya pesannya ayam. Belakangan saya dapat info dari orang Medan langsung, ternyata bihun bebek (ayam) ini memang tidak mengandung babi, tapi kuah-nya pakai arak masak. Duhh..ya sudahlah yaaa..

15

ini kuah bihun-nya yg pake arak masak itu loohh =))

16

satu2nya meja berisi perempuan2 berhijab! :))

Menurut saya bihun yg 1 porsinya 70rebu itu biasa aja sih.. Tapi teh tarik-nya enak!! Segelas 20rebu sajoo..

Selesai sarapan, kami kedatangan dua orang teman lagi: Amel dan Patrice yang segera bergabung bersama πŸ™‚

Kami ber-6 melanjutkan jalan kaki kami ke Tjong A Fie Mansion, yang juga adalah salah satu landmark kota Medan. Tjong A Fie sendiri adalah pendatang dari Cina yang sukses mengembangkan usaha perkebunan di kota medan, pada era-nya (baca: masa itu kesultanan deli juga masih berjaya).

Biaya masuk ke rumah peninggalan Tjong A Fie ini adalah 35rebu, sudah include guide (tapi belum include tips buat guide nya yaa). Buka mulai jam 09 pagi.

19

in front of rumah Tjong A Fie

17

inside the house -2nd floor

18

mas guide-nya sedang menjelaskan family tree of Tjong A Fie

Tip Top Bakery & Cake Shop

Selesai dari Tjong A Fie, kami menyebrang jalan menuju Tip Top restoran. Setelah nanya es krim mana aja yang ga pake rhum, kami pun pesan2 es krim dan kue2 jadul. Enak2 semuaaa…recomended deehh..

21

20

Okeeii..tip top adalah tujuan kuliner terakhir kami di Medan.. Sekarang, mari balik hotel, packing dan siap2 ke bandara, menuju Aceh -the real trip! Woohoooo

22

Adios medan!!

Advertisements

One Response

  1. […] sudah beli tiket Medan-Aceh semenjak GA Travel Fair, Oktober 2016. Tapi seminggu sebelum keberangkatan, GA membatalkan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: