• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,483 hits
  • Follow Welcome homE… on WordPress.com
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

the Gibraltar Strait

Fes

3 Nov 2016. Kami tiba di Fes dari Sahara trip sudah cukup malam. Setelah check in di penginapan yang kami book melalui booking.com, mencoba makan malam rekomendasi si bapak hotel yang baik banged, kami pun tidur.

43

kue ala maroko buat dinner, rasanya manis dan aneh =)

Besok pagi-nya, 4 Nov 2016, kami mengitari kota Fes hingga ke blue gate (bab boujloud). Tapi Fes yang sedang kelabu, ikut mempengaruhi mood kami. Akhirnya balik ke penginapan, nongki2 ga jelas sambil update sosmed. Menjelang jam 11 kami pun check out, took a cab heading to Gare de Fes -aka stasiun keretanya Fes.

1

Fes & its blue gate dengan langit kelabu..

3

view from the roof top terrace of our lodging

Jadi, siang ini kami akan naik kereta (lagi) dari Fes menuju Tangier (ato sering juga disebut Tanger). Tangier adalah kota pelabuhan, merupakan kota terluar Maroko yang memisahkan Maroko dengan benua Eropa.

Kereta kami datang telat. Kami di schedule kan berangkat 14:15 dan tiba di Tangier 19:25. Tapi, sungguh kereta ini amat lelet. Berasa ga nyampe2 di Tangier-nya dan tiap saat berenti! Haha.

Typical dengan kereta antar kota lain yang pernah kami naiki di Maroko, kereta ini pun punya kabin2. Satu kabin untuk 8 orang. Kami berbagi kabin dengan mas2 yang tiap kereta berhenti, dia keluar buat ngerokok. Dan you know what, laptop nya si mas2 itu dibiarin aja tergeletak pas dia keluar ngerokok. Never worried kalo laptopnya bakal diambil orang yak?

Oh ya, semakin mendekati Tangier, semakin jarang kami dengar orang2 berbahasa prancis.. Lebih banyak berbahasa spanyol, jika tidak pakai bahasa arab-nya maroko.

 

Tangier

Menjelang jam 9 malam, akhirnya kereta yang lelet *peace* ini nyampe juga di stasiun terakhir: Tanger Ville. Fuih.

Saya surprised ketika melangkahkan kaki keluar dari staiun. Kota Tangier ini lebih modern dibanding kota2 lain yang sudah saya datangi di Maroko. Daannnn.. i wanted to explore this city further.. Too bad, i was only have this one night in Tangier 😦

We have booked Ibis Tanger City Center, just a short walk from the train station. We checked in, trus bobo..udah cape juga sih. haha.

2

Tangier city at night, taken from my hotel window..

5 Nov 2016. Woke up early, sholat subuh, checked out dan kemudian menuju Tanger Ferry Port. We have bought our ferry ticket once in indonesia, beli online lewat web-nya FRS. Tapi ticket ini harus ditukarkan dengan boarding pass sebelum naik ke ferry. Ferry kami akan berangkat jam 08:00 pagi, tapi jam 06-an kami sudah di port. Sengaja datang pagi biar masih keburu, secara we didnot have any idea, dimana harus menukarkan ticket ini dengan boarding pass.

Turun dari taksi kami menuju departure gate, yang terletak di atas. Tapi pintu nya masih di tutup, belum bisa masuk dan belum ada siapapun di sana. We were definitely the waayy tooo eeaarrllyyy.. hahaha

4

very nice view of tangier city, photo taken from deparure gate in very early morning

5

other side of port

Setelah celingak celinguk kemudian bertanya2, seorang bapak memberitahu kami untuk menukarkan tiket kami di FRS office di bawah.Kami ber-4 pun berbagi tugas. Dua orang jaga koper di atas, dan dua orang ke bawah untuk cetak boarding pass. Saya dan Fita kebagian tugas turun ke bawah buat cetak boarding pass. Mas2 di kantor FRS, sedang sholat. Saat nunggu si mas2 selesai sholat, kita dihampirin 2 orang bapak2. Mereka menyodorkan form, dan bilang kita harus isi form itu. Mereka minjemin kita pulpen. Abis kita isi form, mereka minta duit. Padahal persis di samping bapak2 itu ada petugas keamanan port. Tapi si petugas keamanan tidak ambil sikap apapun terhadap kelakuan bapak berdua itu. Bah.

Setelah ngeliatin tiket dan paspor kita semua, si mas2 di FRS juga minta diliatin kartu kredit yang kita gunakan untuk beli tiket. Setelah itu dia pun nyetakin boarding pass kita, dan bilang kalo duit dirham Maroko kita tidak valid lagi di atas ferry. Di ferry cuma terima €. Okelah, noted mas.

6

penampakan boarding pass ferry. here we came europe..!

 

Selat Gibraltar

Dari awal meng-arrange trip ini, saya memang penasaran untuk melintasi selat gibraltar. Selat gibratal adalah selat sempit yang menghubungkan perairan atalantik (air tawar) dengan laut mediteranea (air asin), memisahkan benua afrika dan eropa. Saya penasaran untuk melihat bagaimana bentuk pertemuan ini, yang katanya di tempat pertemuan airnya berbeda warna. Too bad, ternyata kalo berangkat dari Tangier menuju Tarifa kita tidak akan melewati pertemuan kedua jenis air ini. If you want to see it too, you have to take ferry back from Tarifa to Tangier.

But no worries, we still enjoyed the journey lot πŸ™‚

Tepat jam 08:00, peluit kapal berbunyi, dan si ferry pun mulai bergerak. The journey would take one hour. Kita bisa pesen breakfast di ferry, tapi bayarnya pake € yah!

9

au revoir maroc!

7

inside the ferry

8

above gibraltar strait, yeaayy!! =)

10

breakfast on the seaa =))

Algeciras

We arrived in Tarifa around 10 local time. Spanyol saat itu 1 hour ahead than morocco. Jadi walopun ferry nya cuma 1 jam, dan berangkat dari Tangier jam 09 pagi, nyampe spanyol udah jam 10. Beres dari imigrasi, kami pun naik bis gratis yang disediain FRS menuju Algeciras. Tarifa – Algeciras sekitar 1 jam perjalanan.

Rencana-nya kami akan naik kereta jam 11.45 dari Algecira menuju Granada. Sayang, karena bis-nya berangkat dari Tarifa jam 10:30, nyampe Algeciras sekitar jam 11:25. Lari2an ke stasiun kereta Algeciras, tapi ternyata beli tiketnya ngantri. Lagi ngantri, tiba2 dengar pengumuman kalo kereta tujuan Granada berangkat, tepat jam 11:45. Hahaha. Ya sudahlah, next train jika demikian.

Positive side: punya waktu buat explore Algeciras! Hehe

12

at tarifa port. We were welcomed by blue bright sky. Perfect!

11

kincir angin yg banyak tersebar sepanjang perjalanan kami dari tarifa ke algeciras

15

pohon jeruk juga berserakan dimana2 di kawasan algeciras ini..

14

Fita with cheap beer ;p . Waiter restoran-nya wanti2 kalo saya ga boleh minum, minuman yang dipegang fita! =))

13

we’re happy menjelajah flea market di algeciras..!!

One thing: di algeciras banyak kedai2 makanan ber-label halal, dan mostly jualannya kebab! Hahaha

Puas menjelajah flea market, kami balik ke stasiun kereta. Menanti kereta jam 15:30 yang akan membawa kami ke Granada.. πŸ™‚

Advertisements

2 Responses

  1. […] Sesuai itinerary, hari ini kami akan bertolak ke Fes. Menjelang magrib, kami memasuki kota Ifrane. Ifrane ini berbeda dengan kota2 di Maroko yang telah kami lihat sebelumnya. Kota ini sangat hijau dan sejuk. Karena itulah, kota ini pun dijuluki Switerland of Morocco. Sayang kami tidak bisa lama2 di sini. Selesai minum kopi, kami pun meneruskan perjalanan menuju penginapan kami di Fes. […]

  2. […] Nov 2016. Kami naik kereta jam 15:30 dari Algeciras, dan tiba di Granada jam 19:40. Oh ya, karena ada perbaikan rel kereta, maka kami literally hanya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: