• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,283 hits
  • Follow Welcome homE… on WordPress.com
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

I read, I travel, I become

Siapa yang tidak kenal Nepal. April 2015 lalu, Nepal mengalami gempa bumi yang maha dahsyat, dan mata dunia pun tertuju padanya. *mari berdoa sejenak untuk Nepal*

Jadi, Nepal trip saya bermula dari ajakan seorang teman. Dan saya yang tergiur dengan tiket murah dari Air Asia pun tanpa pikir panjang langsung booking the flight! Haha! Kita bertualang berempat, dua diantaranya adalah teman-teman yang baru saya kenal di bandara, namun telah menjadi sahabat hingga kini πŸ™‚

hello nepal

Hello, Nepal!

Petualangan bermula di Kathmandu. Di Tribhuvan International Airport Kathmandu, mendarat Minggu, 16 Nov 2014 sekitar jam 9 malam dan kami dijemput mobil sewaan yang sudah kita pesan untuk berpetualang di Nepal.Β  Oh yeah, this was not a backpacker trip though. Haha.

Setelah tidur nyenyek, pagi yang gloomy menyapa. Udara sejuk karena sudah November. Air panas buat mandi tersedia. Tapi setelah 1 orang mandi, kudu nunggu dulu agar orang berikut yang mandi bisa pake air panas juga. Haha.

Setelah menyantap sarapan western ala Nepal (it was scramble egg, kentang -ga jelas diapain-, toast, butter and jam) complete with their excellent tea, kami mulai menjelajah Lembah Kathmandu.

Nepal3

western breakfast ala Nepal

Nepal1

Common view in Nepal. Dominated with brown color.

Petualangan Day 1, dimulai dari Boudhanath (UNESCO World Heritage Site), stupa Buddha terbesar di Nepal dan juga merupakan kawasan Tibetan Buddhist. Pashupatinath Temple (UNESCO World Heritage Site) kuil Hindu paling suci di seluruh dunia, dimana kita bisa melihat pembakaran orang meninggal di tepi sungai Bagmati. Kathmandu Durbar Square (UNESCO World Heritage Site), tempat dimana kita bisa melihat istana nya Kumari (anak kecil yang dipercaya merupakan titisan nya dewi Durga) dikenal juga sebagai Hanoman Dhoka Royal Palace. Dan akhirnya sore hari di Garden of Dreams. Berada di Garden of Dreams seperti berada di belahan dunia lain dari Nepal. Di dalam taman ini terdapat sebuah paviliun yang indah, air mancur, dan bangunan bergaya fitur Eropa seperti beranda, teater, galeri, Keishar library dan birdhouses.

Nepal2

Inside Garden of Dreams. Really a different view from Nepal.

Day 2 dan 3 di Nepal kami agendakan untuk menghabiskan waktu di Pokhara. Kathmandu-Pokhara ditempuh dengan perjalanan darat. Dan to tell the truth, saya ngeri melihat cara mengemudi orang orang di Nepal, termasuk si sopir mobil sewaan yang sekaligus merangkap tour guide kami. Uji nyali banged bawa mobil di Nepal. Saling salip, dan trus tiba2 berenti mendadak karena ada anjing atau sapi yang melintas! -_______-

nepal4

berenti sebentar di perjalan menuju pokhara, buat beli buah!

IMG_150290131448443

masih dlm perjalanan Kathmandu-Pokhara, we were challenged to do rafting! And oh yeah, the challenge accepted! Doing rafting in very cold winter water over Seti River, yang mana airnya berasal dari pegunungan himalaya!

Setelah berbagai macam interupsi yg menarik dalam perjalanan Kathmandu-Pokhara, akhirnya nyampe di Pokhara. Pokhara, sebagai kota terbesar kedua di Nepal setelah Kathmandu, memiliki Phewa Lake sebagai its main attaraction. Hotel dan toko beraneka ragam bertebaran di sekitar Phewa Lake. Sangat mudah menghabiskan sisa hari dengan strolling around Phewa Lake.

Esok harinya, very early in the morning before 5 AM, we went for a ride to Sarangkot to see sunrise over the Himalayan mountains.

nepal5

Sunrise came through the himalayans mountains with snow on the top.

The next adrenalin’s thing to do on noon was paragliding over the Phewa Lake. Though it’s expansive, but it was worth! You should try!

DCIM130GOPRO

Worth to try, once in your life time! πŸ™‚

Alright, we’ve done with Pokhara, let’s move to next city: Bhaktapur. Kota yang dijaga ‘ke-kuno-annya’. You have to pay once entering this city. Di sini juga tersedia wine murah seharga 40ribu rupiah saja sebotol! Sayang, saya tidak minum alkohol, jadi never tried it πŸ™‚

Bad side of the city, tapi terlalu banyak anak2 kecil yang mengemis meminta belas kasihan para turis, as they said need money for the books.

bhaktapur

Bhaktapur, in the morning.

Bhaktapur, kota terakhir yang kita kunjungi, sebelum balik ke Kathmandu and flying home. A week in Nepal was content, and it was great i have been there and experienced Nepal πŸ™‚

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: