• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,483 hits
  • Follow Welcome homE… on WordPress.com
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

My Very First Koyo!

Hola!

Duh lama bangeeeeeddd ga nyantuh ini blog. Maap yaaahh..

Ah well, kali ini mau cerita tentang perjalanan ke Jepang di November 2013 lalu. Beli tiket Air Asia awal tahun 2013 cuma mikir yang ada tanggal merah di luar week-end.. dan harga tiket-nya murah! Finally, ketemulah tanggal 31 Oktober berangkat dan balik tanggal 8 November! Lucky me, Jepang lagi autumn saat itu, in which Jepang adalah salah satu autumn spot terindah di dunia… Lalalala… Padahal awalnya no intention ke Jepang saat autumn loohh.. hehehe

24 September 2013 saya masukin formulir aplikasi visa Jepang, dan selesai dalam waktu 4 hari kerja. Biaya-nya 350,000 IDR. Barusan nge-cek web embassy Jepang, dan biaya aplikasi via Jepang per 1 April 2014 turun jadi 320,000 IDR.. Ada juga yaa, yang bisa turun di tengah harga2 yang melonjak.. 😀

Karena di Jepang saya akan ke beberapa kota, sekaligus penasaran dengan bullet train aka shinkansen, jadilah saya browsing tentang shinkansen ini, dan akhirnya menemukan JR Pass. JR Pass ini semacam free pas untuk naik kereta milik JR di Jepang termasuk Shinkansen (kecuali Shinkansen non-stop tipe Nozomi dan Mizuho). JR Pass sangat berguna untuk bepergian antar kota di Jepang. Sedangkan untuk transportasi di dalam kota Tokyo sendiri, line kereta kebanyakan di miliki Metro bukan JR. JR Pass ini hanya bisa di beli oleh orang2 yang berkunjung ke Jepang dengan tipe Visa sebagai tourist (temporary visitor), bukan Visa business atau lainnya. Saya beli JR Pass di HIS Travel yang berlokasi di Mid Plaza – Sudirman, dengna harga 28,300 Yen valid selama 7 hari. Per 1 April 2014 untuk tipe serupa harganya sudah naik jadi 29,110 Yen… *kebalikan sama biaya visa Jepang nih..*

modal ke Jepang :D

modal ke Jepang 😀

Jadi berbekal JR Pass dan duit 60,000 Yen, terbanglah saya ke Jepang pada 31 Oktober 2013. Arrived mid night in Haneda Airport, tidur di bandara, trus bayar 1000 Yen buat mandi *mahalnyaaa*, dan siap menjelajah Tokyo di 1 November! Here goes the Day 1 itinerary: strolling around Tokyo (Tokyo station, Imperial palace, Kitanomaru park, Yasukuni Shrine, Akihabara, Ueno Park, Asakusa, Tokyo Sky Tree). Saat itu dedaunan di Tokyo sih masih ijo royo royo.. tapi udara sudah cukup dingin..sehingga kita-nya juga enjoy jalan-jalan sekitaran Tokyo-nya 🙂

Day 1: Strolling around Tokyo

Day 1: Strolling around Tokyo

Puas jalan2, pulang ke penginapan gratis *hehehe* karena kebetulan nginap di rumah-nya temen yang lagi nyelesein S2 di Tokyo.. Btw, akomodasi di Tokyo ini mahal banged loohh..kalo pengen murah bisa nyoba hotel kapsul sebagai alternatif..

Okeh, next Day 2, masih di Tokyo dengan rute: Hama-Rikyu Garden, Ginza, Harajuku, Shibuya, Tokyo Observation Deck. Sebagai catatan, saya tidak merekomendasikan untuk mengunjungi Hama-Rikyu garden di early autumn, karena masih ijo royo royo semuaaa.. Tapi saya yakin taman ini sangat bagus di spring atau late November (saat peak autumn di Tokyo).

Tokyo Day 2

Tokyo Day 2

Hari ke-3, mari kita menjelajah sedikit keluar Tokyo, yaitu kota pinggir pantai yang cantik: Yokohama. Itinerary di Yokohama: Ramen museum, China-town dan kemudian terus menelusuri pinggir pantai Yokohama melewati Yamashita Park, Minato Mirai, Cosmo World hingga akhirnya berhenti di stasiun kereta dan balik ke Tokyo.. 😀 (kalo mau nginep di Yokohama juga oke lohhhh)

Day 3: Yokohama

Day 3: Yokohama

Day 4, adalah hari impian saya. Yes, I would travel to Nikko. Dan saat itu, Nikko sudah dalam peak-nya autumn dengan colorfull leaves-nya. Dan Nikko tidak mengecewakan saya. Birunya langit berpadu dengan warna merah dan kuning dedaunan di musim gugur. Sungguh.cantik.nian.

It was a litte bit rainy in Nikko, and cold. Tapi pemandangannya tetap spektakuler. Penjelajahan Nikko di awali dengan Lake Chuzenji. Jalan2 di sekitar danau, berfoto di air terjun, makan jagung dan ikan bakar. Juga berkeliling shrine yang selalu ada dimana-mana di Jepang.. Jika punya waktu lebih, saya merekomendasikan untuk menginap di Nikko dan menjelajah Nikko hingga ke puncak-nya di Yumoto Onsen/Lake Yunoko. Sayang-nya saya hanya melakukan day-trip di Nikko dan kemudian balik lagi ke Tokyo.

Day 4: Nikko

Day 4: Nikko

*menurut saya, foto2 di Nikko ini seperti postcard!*

Day 5. A trip to see Mt Fuji. Sebenarnya sih Mt Fuji sebagai gunung tertinggi di Jepang bisa keliatan dari Tokyo pada hari yang cerah. Tapi tetap yaa..saya penasaran untuk melihat Mt Fuji lebih dekat lagi di tengah autumn! *tetap harus ada autum-nya..hehehe* Setelah mempelajari rute perjalanan, mengingat saya hanya akan melakukan day-trip, akhirnya diputuskan untuk melihatkan Mt Fuji dari Lake Kawaguchiko lagi. Ah, saya memang cinta danau…dan autumn tentu saja.. :p

The best moment dalam trip saya di hari itu adalah, makan es krim blueberry sambil menatap Gunung Fuji yang berselimut salju di tengah biru-nya langit. It is really such a tranquility moment… *hope to do that again* Aamiin..

Dan voila, inilah foto2nya, yang lagi2 menurut saya, seperti postcard! 😀

Day 5: Lake Kawaguchiko

Day 5: Lake Kawaguchiko

Hari ke 6-7-8 adalah saatnya menjelajah Kyoto. Menggunakan shinkansen, saya sampai di Kyoto sekitar jam 9 pagi. Perbedaan langsung terasa ketika menginjakkan kaki di stasiun Kyoto. Hiruk pikuk Tokyo tidak lagi terasa di sini. It is like.. Jakarta dan Jogjakarta.

Kyoto, kota kecil yang tenang dan damai. Selama di Kyoto mobilisasi saya di tunjang oleh bis umum, bukan kereta. List perjalanan saya hari pertama adalah: Fushimi Inari Shrine, Tofukuji dan Kyoto Tower yang terlihat cantik di malam hari.

Hari kedua di Kyoto, list-nya mengunji berbagai macam shrines, mulai dari Kyomizu-dera, Maruyama-koen, Chion-in, Shoren-in, Nanzen-Ji, Honen-in, dan terakhir Ginkaku-ji (silver temple).

Hari ketiga, menuju ke tempat favorit saya: menyusuri wilayah Arashiyama yang terkenal dengan bamboo groove-nya.. Menyantap ramen di restoran vegetarian dan berakhir di Kinkaku-ji (golden temple) sebelum akhirnya balik ke Kyoto station untuk mengejar shinkansen ke Tokyo dan seterusnya balik ke Haneda and going back home.

Kyoto Day 1

Kyoto Day 1

 

Kyoto Day 2

Kyoto Day 2

 

Kyoto Day 3

Kyoto Day 3

I miss Jakarta, indeed. Eight days are enough for my travel. And, there is always first time for everything..and yes, this is my fabulous first autumn ever 🙂

Note: Oh ya, pada akhirnya saya menghabiskan 63,000 Yen untuk semuat trip ini (exclude biaya visa, JR Pass, akomodasi dan tiket pesawat return Jakarta-Tokyo) termasuk belanja oleh2! 😀

Advertisements

5 Responses

  1. Jadi abis itu Uni pasang koyo? hihihi, iya sih, kebayang capeknya… ^_^

  2. Aku aja belon ke nikko res…padahal katanya deket dr rumah 😭😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: