• -author-

  • Index

  • Blog Traffic

    • 4,283 hits
  • Follow Welcome homE… on WordPress.com
  • Disclaimer

    * All images are belonged to personal property of the blog's author, unless otherwise stated.
    * Any views, opinions, statements represented in this blog are personal's and belonged solely to the blog author, and do not represent those of companies mentioned here.
    * Copying of blog's contents is prohibited, unless permission guaranteed.

Flatbread -Roti Pipih yang Punya Banyak Nama!

Flatbread yang pertama kali saya kenal adalah roti cane. Makanan ini sangat mudah di temukan di daerah sumatera bagian tengah. Biasanya dimakan dengan gula pasir atau kuah martabak yang rasanya nano-nano. Nano-nano soalnya ada pedas manis dan asam-nya.., lengkap dengan irisan bawang, cabe rawit dan tomat. Jadi, jangan dibayangkan seperti kuah martabak telur di Jakarta, yak!

Kemudian ketemu lagi flatbread dengan nama dan rasa yang agak berbeda di negeri tetangga. Roti prata dan roti naan bisa dijumpai dengan mudah di KL ataupun Singapore. Biasanya dimakan dengan kuah kari (versi murah meriah -di kedai mamak* dengan harga hanya sekitar 1-2 MYR), ataupun versi wah-nya yang disajikan dengan kari ayam ataupun kari daging (daging kambing kali ya? -scr gak terlalu suka daging, jadi tak pernah nyobain yang kari kambing. My opsi is always chicken curry :D). Roti prata atau naan ini sendiri ada pilihannya juga. Roti polos, atau dengan telur, atau dengan telur + bawang.

*kedai mamak adalah sebutan warung makan di KL, dimana penjual-nya adalah warga India muslim di negeri jiran.

Di salah satu kedai makan di Jakarta pun saya pernah menjumpai roti prata (namun kedai ini menyebutnya sebagai Roti Cane -di list menu mereka) yang di sajikan dengan kari ayam. Yang menarik, selain kari ayam, roti cane ini juga dilengkapi dengan irisan timun dan kentang goreng! Saya cukup surprise dengan sajian ini πŸ˜€

Kebetulan sempat ambil foto-nya juga..
voila…roti cane + timun dan kentang..

Kemudian, di sebuah warung roti di lantai dasar sebuah mall di selatan Jakarta, saya menemukan Focaccia! Ini adalah flatbread ala Italia. Berbeda dengan flatbread ala Asia, flatbread ini bwarna putih dengan totolan-totolan dan sangat berasa rempah-nya! Rempah yang cukup aneh di lidah Asia saya, dan belakangan baru tau kalo rempah tsb adalah thyme ataupun rosemary.

Penggemar makanan meksiko, pastinya kenal dengan tortilla. Tortilla ini juga merupakan salah satu flatbread, yang menurut hikayat awalnya dibuat dari tepung jagung (bukan tepung gandum sebagaimana flatbread lainnya). Belakangan, barulah tortilla dibuat menggunakan tepung gandum (terigu).

Kebab yang banyak di jual sebagai street food di Jakarta, ataupun Twister yang dijual K** juga merupakan salah satu bentuk olahan dari flatbread. Dan akhirnya saya kira kulit pangsit yang banyak di jual pedagang mie ayam pun merupakan salah satu jenis dari flatbread. Ternyata memang, flatbread sangat banyak sekali di sekitar kita!

Atas dasar inilah dan atas nama iseng, saya mencoba sebuah resep flatbread asal Yaman, dikenal dengan nama Bent Alsahan. Aslinya, masakan ini disajikan dengan madu dan black sesame. Namun karena tak punya, jadilah disajikan dengan susu kental manis (alasan pembenaran karena sebenarnya males ke pasar). Well, karena tidak tahu seperti apa harusnya roti ini berasa, jadilah saya terima saja rasa-nya yang menurut saya tak jauh berbeda dengan roti naan versi manis.

Untuk rasa yang berbeda, rasanya juga tidak salah jika dicocol dengan kecap pedas..

Happy trying! πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: